PIDI Digital Talent 2026Oleh Tim Ramoo
3 Hari Penuh Inovasi: Ramoo Pukau Ribuan Talenta Digital Lewat "Kirana Voice" dan Kelas Bisnis AI di FEKDI BI 2026
Ramoo hadir di FEKDI 2026 melalui demo Kirana Voice dan kelas AI Fluency for Business untuk talenta digital.

3 Hari Penuh Inovasi: Ramoo Pukau Ribuan Talenta Digital Lewat "Kirana Voice" dan Kelas Bisnis AI di FEKDI BI 2026
Jakarta, September 2026 — Selama tiga hari berturut-turut (24–26 September 2026), JICC Assembly Hall dipenuhi oleh energi dan antusiasme ribuan inovator muda. Dalam perhelatan agung Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) × IFSE 2026 yang digagas oleh Bank Indonesia, Ramoo (PT AGIA) hadir mengambil panggung utama untuk menjembatani teknologi masa depan dengan para talenta digital—mulai dari mahasiswa, fresh graduate, hingga siswa SMK.
Berbeda dengan partisipan lain, Ramoo tidak datang untuk berjualan, melainkan membawa misi besar: menanamkan literasi Artificial Intelligence (AI) terapan untuk industri bisnis, khususnya sektor Food & Beverage (F&B).

Magnet Utama di Zona Pameran: Demonstrasi Kirana Voice
Di area Industry Career Pavilion (Zona A), booth Ramoo sukses menjadi salah satu pusat perhatian selama acara berlangsung. Alih-alih menghadirkan pameran statis, Ramoo mengubah booth-nya menjadi wahana simulasi interaktif "AI for F&B".
Momen yang paling memicu decak kagum pengunjung adalah demonstrasi langsung Kirana Voice. Ramoo memamerkan teknologi asisten AI berbasis suara yang cerdas dan responsif ini kepada publik. Para talenta muda berkesempatan mencoba langsung bagaimana teknologi voice AI tersebut dapat merevolusi masa depan pelayanan F&B—seperti menerima pesanan secara otomatis, merespons keluhan, hingga mencatat data pelanggan secara instan layaknya manusia.
Interaksi langsung dengan Kirana Voice memberikan gambaran nyata kepada generasi muda bahwa teknologi di industri kuliner kini telah melesat jauh melampaui sekadar aplikasi kasir biasa.

Mentransformasi Mindset Melalui Kelas Bisnis Berbasis AI
Tak sekadar unjuk gigi di booth pameran, Ramoo juga menggelar kelas eksklusif berdurasi 90 menit bertajuk "AI Fluency For Business: Kerja Lebih Pintar Tanpa Ribet" di area Training Camp.
Di hadapan ratusan talenta muda, Co-Founder Ramoo, M. Qodhil Adli, membongkar rahasia bagaimana AI seharusnya digunakan. Peserta diajarkan untuk tidak lagi memandang AI sebagai alat bantu instan untuk tugas sekolah, melainkan sebagai asisten analisis dan pengambil keputusan strategis dalam membangun bisnis yang nyata.
Tiga fondasi utama yang dibekalkan Ramoo kepada para peserta:
- Dari Data Menjadi Keputusan: Belajar membaca fakta bahwa produk yang paling banyak terjual belum tentu menjadi penyumbang profit terbesar bagi bisnis.
- Formula Prompting C.G.C.O: Menghentikan instruksi AI yang "malas" dan menggantinya dengan kerangka profesional (Context, Goal, Constraint, Output) untuk menghasilkan rencana pemasaran yang siap eksekusi.
- Prinsip "Work Smarter, Not Lazier": Memecah tugas bisnis yang besar menjadi alur kecil (workflow), membiarkan AI yang mengerjakan draf kasarnya, sementara keputusan akhir tetap di tangan manusia.
Partisipasi Ramoo selama tiga hari di FEKDI BI 2026 sukses meninggalkan jejak inspirasi yang kuat. Melalui perpaduan kecanggihan Kirana Voice di booth interaktif dan edukasi bisnis yang mendalam di kelas pelatihan, Ramoo membuktikan komitmennya: bukan sekadar membangun software, tetapi juga turut membentuk generasi talenta digital yang siap mengakselerasi industri ekonomi cerdas di Indonesia.
Apakah artikel ini membantu?
Masukan Anda membantu kami meningkatkan kualitas dokumentasi.
